Selasa, 06 Maret 2012

Resensi Novel Winter in Tokyo

Resensi Novel

Judul buku   : Musim dingin di Tokyo
Judul asli     : Winter in Tokyo
Jenis           : Romansa
Penulis         : Ilana Tan
Penerbit      : Gramedia
Tebal          : 320 halaman
Cetakan       : September 2008

          Membaca novel musimnya Ilana Tan memang harus berurutan, ini adalah novel ketiga Ilana Tan. Seperti dua novel sebelumnya, Summer in Seoul dan Autumn in Paris, novel ini juga menggunakan musim sebagai judul, yaitu Winter in Tokyo atau kalau dibahasa Indonesiakan “Musim Dingin di Tokyo”. Novel ini bercerita tentang kisah cinta seorang gadis peranakan (Indonesia – Jepang) bernama Ishida Keiko dengan Kazuto.
Semua berawal ketika Ishida Keiko yang tinggal di sebuah apartemen kecil dua lantai di pinggiran Tokyo mendadak kedatangan tetangga baru. Nishimura Kazuto, nama tetangga baru itu. Dia kembali ke Tokyo setelah 10 tahun lamanya tinggal di Amerika dan tidak pernah pulang ke Jepang. Alasan kepulangannya satu, untuk melupakan Yuri. Sahabat, tetangga, dan wanita yang dicintainya dan akan menikah dengan sahabatnya sendiri. Perlahan, Keiko mulai akrab dengan Kazuto. Meskipun kesan pertama Keiko setelah melihat Kazuto Nishimura adalah seorang pria yang cukup berantakan, namun kebaikan hati Kazuto mampu menyentuh hati Keiko dalam jangka waktu pendek, karena Kazuto ternyata seorang pria yang perhatian, baik hati, menyenangkan dan bisa diandalkan. Apartemen mereka yang berhadapan, semakin mempererat hubungan keduanya.
Keduanya tidak sadar ketika cinta perlahan menelusup di hati. Di sisi lain, Keiko yang sejak kecil masih dibayang-bayangi oleh cinta pertamanya, seorang bocah laki-laki bertopi biru yang menolongnya mencarikan kalung di hari bersalju, nampaknya kurang bisa membuka hati ke pria lain walaupun Kazuto sedekat itu dengannya. Keiko yang masih terbayang akan cinta pertamanya, Kitano Akira, mencoba memungkiri perasaannya. Seolah melupakan Kazuto, Keiko terbuai dalam angannya sendiri. Kazuto di pihak lain, lebih ekspresif, mengingat pekerjaannya sebagai street photografer, ia lebih cepat menyadari perasaannya terhadap Keiko. Fokus kameranya selalu membidik sosok Keiko. Mengejar sosok Keiko, dan frustasi karena Keiko tidak pernah bisa melihatnya. Semua berjalan begitu salah. Sampai suatu hari pertemuan tak terduga dengan cinta pertamanya menghampiri dengan tiba-tiba. Ternyata cinta pertama Keiko sewaktu kecil dulu adalah sahabat Kazuto sejak kecil yang bernama Kitano Akira. Keiko yang masih berbunga-bunga lantaran bertemu dengan cinta pertamanya harus menghadapi kenyataan pahit yang lain ketika, sesuatu yang berharga yang telah lama di sampingnya seakan menghilang tak berbekas, karena sebuah kecelakaan tak terduga terjadi yang menyebabkan Kazuto Nishimura kehilangan ingatannya.
Kemudian, Kazuto kehilangan ingatan karena sebuah kecelakaan. Meninggalkan lubang besar dalam dadanya. Ia masih bisa mengingat hingga hari sebelum kepulangannya ke Tokyo saat ia masih di Amerika. Celakanya ia melupakan bagian terbaik kenangannya selama sebulan di Tokyo. Termasuk seseorang yang sudah menjadi bagian dari hidupnya, atau kejadian saat malam natal, ucapanna di stasiun, janjinya akan hari valentine. Disaat dia tidak bisa mengingat apapun, Yuri bagian dari masa lalu itupun datang. Membuat dia semakin jauh dari orang yang harusnya dia sayangi.
Tapi takdir tetap bermain disini. Terhalang apapun, hati tidak pernah berbohong. Dia, dia yang hilang ingatan, yang seharusnya tidak ingat apa-apa selalu berdebar setiap kali melihat orang itu. Orang yang tidak bisa dia ingat. Saat itulah Keiko menyadari bagaimana perasaannya terhadap Kazuto. Ia merasa begitu kehilangan. Dan sangat sakit hati ketika Yuri datang ke Jepang. Namun perasaan tidak bisa berbohong. Kendati lupa akan kenangannya bersama Keiko, Kazuto tetap jatuh ke dalam perangkap cinta yang sama. Ia sekali lagi jatuh cinta pada Keiko. Namun, Kazuto tidak bisa berkutik ketika hubungan Keiko dengan Kitano Akira semakin intim. Semua terasa begitu salah.
Hingga akhirnya Ishida Keiko benar-benar menyadari cintanya pada Nishimura Kazuto, dan begitupun dengan Nishimura Kazuto yang sudah pulih dengan ingatannya yang masih mencintai Ishida Keiko sebelum, saat dan sesudah amnesia. Dan akhirnya mereka pun bersama.
          Di novel ketiganya ini, Ilana Tan semakin piawai membentuk karakter tokoh-tokoh utamanya. Sehingga novel ini dapat meninggalkan kesan yang baik di hati pembaca, terutama para remaja. Karena sebagian besar karakter novel ini disesuaikan dengan karakter remaja-remaja jaman sekarang. Para remaja yang membaca novel ini pasti seolah-olah ia ikut merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh utama dalam novel tersebut , apalagi para remaja yang suka novel romance.

      - Kelebihan novel "Winter in Tokyo" :
jalan ceritanya yang menarik dan berbeda dari novel-novel lain, sehingga membuat pembaca sulit menebak peristiwa yang terjadi selanjutnya dan juga bisa membuat pembaca penasaran serta mengundang antusias pembaca untuk membaca novel ini. Sampul novel Winter In Tokyo  ini juga menarik, dengan judul yang menarik pula. Ketika konflik di tengah buku sudah mulai menyeruak, saya semakin bisa merasakan sakitnya hati Keiko seolah-olah saya yang merasakannya. Salut untuk Ilana Tan yang bisa menciptakan novel seindah ini. Apalagi endingnya, bisa membuat pembaca berteriak-teriak sendiri karena senangnya. Novel ini adalah rekomendasi terbaik untuk teman-teman yang suka membaca kisah romance tanpa ada kesan norak di dalamnya.

     - Kekurangan novel "Winter in Tokyo" :
Profil Kazuto dari segi fisik tidak jelas, berapa tingginya, warna kulitnya, ciri khas fisiknya (apakah bercodet, memiliki lesung pipi, tampan, bermata coklat, dsb) tidak di deskripsikan Ilana Tan dengan baik. Begitu juga dengan penggambaran dari sisi fisik tokoh lainnya. Memang Ilana Tan memberi gambaran mengenai warna rambut, mata lebar, dan sebagainya, tapi saya merasa masih mengambang (maksudnya kurang kuat).

4 komentar:

  1. Wahh.. Ilana Tan emang keren dengan membuat novel sebagus ini... Ohh ya makasih banget untuk artikel nya.. Kadang beberapa web <a href="http://www.devkimedia.com/>publisher indie</a> tidak menyertakan resensi yg lengkap... Nice artikel

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Wahh.. Ilana Tan emang keren dengan membuat novel sebagus ini... Ohh ya makasih banget untuk artikel nya.. Kadang beberapa web publisher indie tidak menyertakan resensi yg lengkap... Nice artikel

    BalasHapus
  4. Wahh.. Ilana Tan emang keren dengan membuat novel sebagus ini... Ohh ya makasih banget untuk artikel nya.. Kadang beberapa web publisher indie tidak menyertakan resensi yg lengkap... Nice artikel

    BalasHapus